Trump Tawarkan Uang untuk Membujuk Warga Greenland
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menawarkan uang kepada warga Greenland agar mau menerima proposal pembelian pulau tersebut oleh pemerintah AS. Menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, Trump ingin menawarkan sekitar 1 juta dolar AS (setara dengan Rp 17 miliar) kepada warga Greenland.
Laporan ini tentu saja menimbulkan keheranan dan penolakan dari berbagai pihak. Pemerintah Greenland telah menegaskan bahwa mereka tidak ingin dijual dan bahwa pulau tersebut adalah bagian dari Denmark. Mereka juga menekankan bahwa Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan tidak dapat dijual seperti barang dagangan.
Trump telah beberapa kali menyatakan ketertarikannya untuk membeli Greenland, tetapi proposal tersebut telah ditolak oleh pemerintah Denmark. Pada Agustus lalu, Trump bahkan membatalkan rencana kunjungannya ke Denmark setelah proposal pembelian Greenland ditolak oleh Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen.
Pembelian Greenland oleh AS bukanlah hal baru. Pada tahun 1946, pemerintah AS telah menawarkan untuk membeli Greenland dari Denmark dengan harga 100 juta dolar AS (setara dengan sekitar 1,3 miliar dolar AS saat ini). Namun, proposal tersebut ditolak oleh pemerintah Denmark.
Menurut ahli geopolitik, Dr. Caroline Kennedy, proposal Trump untuk membeli Greenland adalah bagian dari strategi AS untuk meningkatkan pengaruhnya di wilayah Arktika. “AS ingin meningkatkan kehadirannya di wilayah Arktika dan memperkuat posisinya sebagai salah satu negara adidaya di dunia,” kata Dr. Kennedy.
Namun, proposal Trump untuk membeli Greenland juga menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat setempat. Greenland memiliki keanekaragaman hayati yang unik dan beragam, serta masyarakat Inuit yang telah hidup di pulau tersebut selama ribuan tahun.
Menurut Dr. Maria Ackrén, ahli lingkungan dari Universitas Greenland, proposal Trump untuk membeli Greenland dapat membahayakan keanekaragaman hayati dan masyarakat setempat. “Pembelian Greenland oleh AS dapat membuka jalan bagi eksploitasi sumber daya alam dan menghancurkan keanekaragaman hayati yang unik di pulau tersebut,” kata Dr. Ackrén.
Dalam beberapa hari terakhir, proposal Trump untuk membeli Greenland telah menjadi perbincangan hangat di media sosial dan komunitas internasional. Banyak orang yang mengecam proposal tersebut dan menekankan bahwa Greenland bukanlah barang dagangan yang dapat dijual.
Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Greenland, Kim Kielsen, menegaskan bahwa pemerintah Greenland tidak akan menerima proposal pembelian oleh AS. “Kami tidak ingin dijual dan kami tidak akan menerima proposal pembelian oleh AS,” kata Kielsen.
Dengan demikian, proposal Trump untuk membeli Greenland tampaknya tidak akan berhasil. Namun, peristiwa ini telah menimbulkan perdebatan tentang status Greenland dan hubungan antara AS dan Denmark.



