Banjir Pasaman, Warga Gotong Royong Evakuasi Jenazah Dahrizal

Banjir yang melanda Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah menyebabkan akses terputus di beberapa wilayah, termasuk di Kecamatan Pasaman. Salah satu dampaknya adalah kesulitan dalam melakukan evakuasi jenazah. Namun, warga setempat menunjukkan solidaritas dan bergotong royong untuk mengatasi tantangan ini.

Pada hari Selasa, warga di sekitar Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, melakukan evakuasi jenazah Dahrizal dengan cara digotong melalui jalur alternatif. Mereka harus melintasi banjir yang menggenangi jalan utama, sehingga memerlukan upaya ekstra untuk mencapai tujuan.

Menurut saksi mata, evakuasi berlangsung dengan khidmat dan penuh kesadaran. Warga bergotong royong membawa jenazah Dahrizal melalui jalur yang berlumpur dan berair, dengan menggunakan tandu dan bambu sebagai alat bantu. Mereka berjalan kaki sejauh beberapa kilometer, melewati perumahan dan sawah yang terendam banjir.

Kepala Desa Aia Gadang, Amiruddin, mengungkapkan bahwa evakuasi jenazah Dahrizal merupakan contoh nyata solidaritas dan gotong royong masyarakat setempat. “Kami sangat menghargai upaya warga yang rela berkorban waktu dan tenaga untuk membantu evakuasi jenazah,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah mengumumkan bahwa bantuan kemanusiaan telah dikirim ke daerah terdampak banjir. Bantuan tersebut meliputi makanan, obat-obatan, dan tenda darurat. Namun, akses terputus masih menjadi tantangan utama dalam penyaluran bantuan.

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, banjir telah menggenangi 12 desa di 3 kecamatan, dengan total 1.200 rumah terendam. BPBD juga melaporkan bahwa 5.000 warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman.

Banjir di Pasaman Barat dipicu oleh hujan lebat yang turun selama beberapa hari terakhir. Cuaca ekstrem ini telah menyebabkan sungai-sungai meluap dan menggenangi daerah sekitarnya. Pemerintah setempat telah mengimbau warga untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi banjir lanjutan.

Dalam beberapa hari terakhir, warga Pasaman Barat telah menunjukkan ketabahan dan solidaritas dalam menghadapi bencana banjir. Mereka berbagi makanan, air, dan tempat tinggal dengan para pengungsi, serta membantu evakuasi jenazah seperti yang dilakukan di Aia Gadang.

Kepala BNPB, Doni Monardo, telah mengunjungi Pasaman Barat untuk meninjau langsung dampak banjir dan memberikan bantuan. Ia berharap bahwa solidaritas dan gotong royong masyarakat dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang terkena bencana.

Sementara itu, Pemerintah Pusat telah mengumumkan bahwa bantuan kemanusiaan akan terus dikirim ke daerah terdampak banjir. Menteri Sosial, Juliari Batubara, telah memastikan bahwa bantuan akan disalurkan secara efektif dan efisien.

Dalam beberapa hari ke depan, warga Pasaman Barat diharapkan dapat kembali ke rumah mereka setelah banjir surut. Namun, perlu diingat bahwa pemulihan pasca-bencana akan memerlukan waktu dan upaya yang lebih lama. Oleh karena itu, solidaritas dan gotong royong masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu proses pemulihan.