Longsor Sampah Bantargebang, Korban Tewas Bertambah Jadi 4 Orang
Pada hari Senin, 20 Februari 2023, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat longsor sampah di Bantargebang, Bekasi, telah bertambah menjadi 4 orang. Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu, 18 Februari 2023, sekitar pukul 08.00 WIB.
Menurut keterangan Basarnas, korban tewas terdiri dari 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Mereka adalah warga sekitar yang sedang mencari barang-barang yang masih bisa digunakan di tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang.
Longsor sampah ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur kawasan Bantargebang pada hari Jumat, 17 Februari 2023. Hujan deras tersebut menyebabkan sampah yang menumpuk di TPA Bantargebang longsor dan menimpa beberapa orang yang sedang mencari barang-barang di tempat tersebut.
Basarnas DKI Jakarta telah mengerahkan tim pencarian dan pertolongan untuk membantu mencari korban dan membersihkan lokasi kejadian. Tim pencarian dan pertolongan juga dibantu oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) DKI Jakarta.
Kepala Basarnas DKI Jakarta, Iwan Isnurwanto, mengatakan bahwa tim pencarian dan pertolongan masih terus bekerja untuk mencari korban yang mungkin masih terjebak di bawah tumpukan sampah. “Kami masih terus melakukan pencarian dan pertolongan, karena masih ada kemungkinan korban lain yang masih terjebak di bawah tumpukan sampah,” kata Iwan.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah mengunjungi lokasi kejadian untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Anies juga telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini.
“Kami akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Kami juga akan memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan,” kata Anies.
Kejadian longsor sampah di Bantargebang ini telah menyebabkan keresahan di kalangan masyarakat. Banyak warga yang mengeluhkan tentang kondisi TPA Bantargebang yang dianggap tidak aman.
“Kami sudah lama mengeluhkan tentang kondisi TPA Bantargebang. TPA ini sudah terlalu penuh dan tidak aman. Kami khawatir kejadian seperti ini akan terulang lagi,” kata salah satu warga sekitar.
Kondisi TPA Bantargebang memang sudah menjadi perhatian bagi pemerintah DKI Jakarta. Pada tahun 2022, Pemerintah DKI Jakarta telah merencanakan untuk membangun TPA baru di wilayah Jakarta Timur. Namun, rencana tersebut belum terealisasi hingga saat ini.
Kejadian longsor sampah di Bantargebang ini telah mengingatkan kita tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Pengelolaan sampah yang tidak baik dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk kejadian longsor sampah seperti ini.
Pemerintah DKI Jakarta harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah pengelolaan sampah di Jakarta. Salah satu solusinya adalah dengan membangun TPA baru yang lebih aman dan modern. Pemerintah juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik.
Dengan demikian, kita dapat mencegah kejadian longsor sampah seperti ini terulang lagi di masa depan. Kita juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat.



